≡ Menu

Mengenal Disfungsi Ereksi

Sebuah studi baru-baru ini memperkirakan bahwa 30 juta pria Amerika menderita berbagai tingkat ED (disfungsi ereksi) mulai dari yang ringan sampai yang parah. Ini merupakan fenomena yang berhubungan dengan usia. Karena, prevalensi ED meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia. Namun, hal itu mungkin tidak terjadi pada usia tua saja. Menurut Dr. Werner, ia telah merawat beberapa pria remaja yang berusia sekitar 20 – 30 tahun.

Pada usia 40, sekitar 40% pria mengalami disfungsi ereksi ringan sampai sedang. Kira-kira 5% tidak pernah bisa mencapai ereksi yang cukup keraas untuk melakukan penetrasi.

Pada sebagian besar kasus yang melibatkan pria diatas 35 tahun, penyebabnya bersifat fisik. Sedangkan pada pria berusia di bawah 35 tahun, penyebabnya cenderung bersifat psikologis. Namun, bahkan dalam kasus ini, intervensi medis selalu dapat memecahkan masalah tersebut.

Terlepas dari usia, rencana pengobatan terbaik untuk ED didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap semua kemungkinan penyebabnya.

Apa itu Disfungsi Ereksi?

Disfungsi ereksi atau impotensi adalah suatu kondisi yang ditandai dengan ketidakmampuan seorang pria untuk memulai atau mempertahankan ereksi. Sehingga, pasien tidak dapat melakukan hubungan seksual. Suatu hal yang wajar bila beberapa pria terkadang kesulitan mengalami ereksi. Namun, jika sudah kronis atau terus terjadi, maka akan dikategorikan sebagai kelainan.

Disfungsi ereksi berdampak pada banyak hal. Misalnya, pasien merasa malu, rendah diri, dan menyebabkan masalah dalam hubungan dengan pasangannya. Maka, penderita impotensi sebaiknya menemui ahli medis untuk mendapatkan obat dan jenis perawatan lainnya.

Dalam beberapa kasus, ketidakmampuan ereksi adalah gejala dari penyakit lain, sehingga pasien harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Anda dapat memperbaiki disfungsi ereksi dengan obat herbal vimax yang dapat Anda temukan pada url berikut: https://www.vimax.co.id/beli

Penyebab Disfungsi Ereksi

Berikut ini 4 penyebab utama disfungsi ereksi:

  • Vaskular
    Darah harus bisa masuk ke penis dan tetap di sana untuk mempertahankan ereksi. Arteri adalah kendaraan yang membawa darah ke penis. Setiap proses yang merusak arteri akan membuat pria lebih mungkin mengalami Disfungsi Ereksi. Riwayat penyakit arteri (misalnya serangan jantung, stroke atau penyakit vaskular perifer). Selain itu merokok, diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi dan latihan diet yang kurang optimal dapat menyebabkan Ereksi Disfungsi. Sebenarnya, ED biasanya muncul sebelum manifestasi penyakit pembuluh darah yang lebih parah ini. Salah satu alasan utama untuk ini adalah bahwa arteri ke penis lebih kecil dari arteri ke jantung. Perkembangan Disungsi Ereksi sering menjadi pertanda pertama bahwa seseorang secara signifikan meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.
  • Neurologis
    Penyebab paling umum dari DE neurologis adalah diabetes, yang biasanya menyerang saraf dan aliran darah. Penyebab lainnya meliputi operasi, cedera tulang belakang, stroke, multiple sclerosis atau penyakit neurologis sistemik lainnya.
  • Hormon
    Hormon testosteron dan tiroid yang sangat rendah, atau prolaktin yang sangat tinggi (hormon hipofisis lainnya) dapat menyebabkan masalah pada ereksi.
  • Psikologis
    ED sering terjadi karena alasan psikologis, bahkan bila ada sedikit masalah fisik yang terjadi. Namun, banyak pria memiliki respons psikologis yang signifikan (atau reaksi sekunder) terhadap sesuatu, setidaknya pada awalnya, terutama masalah fisik. Begitu seseorang kehilangan kepercayaan pada ereksi, tingkat kecemasannya bisa meningkat. Hal ini dapat membuat situasi lebih sulit untuk mencapai dan mempertahankan ereksi. Dengan demikian, lingkaran setan diciptakan.

Sumber: vimax.co.id

Comments on this entry are closed.